Mulai Gacor, Apakah Tottenham Hotspur Akan Kontrak Gareth Bale?
Tottenham Hotspur hingga saat ini belum membahas masa depan Gareth Bale, menurut agennya Jonathan Barnett, yang mengatakan pemain sayap itu mengalami perjalanan yang sulit di London utara di bawah asuhan Jose Mourinho.
Bale mendekati masa akhir peminjamannya selama satu musim si Spurs, setelah kembali ke klub lamanya itu dari Real Madrid pada September tahun lalu.
Pemain asal Wales itu telah menemukan kembali performa terbaiknya sejak kedatangan Ryan Mason sebagai manajer sementara, dengan Mou hanya memberi Bale beberapa menit bermain sebelum pemecatannya bulan lalu. Atas hal tersebut, Barnett berpendapat bahwa kliennya mengalami perlakuan yang tidak adil.
Agen Bale mengklaim dia belum berbicara dengan The Lilywhites mengenai masa tinggalnya di klub setelah musim panas, dan telah mengisyaratkan bahwa pemain berusia 31 tahun itu semakin frustrasi dengan situasinya di awal musim.
“Tidak ada yang dibicarakan saat ini. Dia menjalani musim yang sulit dan saya rasa itu tidak perlu,” kata barnett kepada Sky Sports.
“Dia datang sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Memang, dia mengalami beberapa cedera dan beberapa masalah kebugaran, tetapi begitu semua selesai, yang dia butuhkan hanyalah bermain di posisi yang tepat dan dimainkan terus-menerus untuk kembali menemukan ritme permainannya.”
“Dia telah diberi kesempatan itu (di bawah Mason) dan Anda dapat melihat bagaimana dia bermain. Saya pikir Gareth, seperti banyak pemain lainnya, dia harus menikmati hidupnya dan kemudian Anda bermain dengan baik.”
Ditanya apakah klub lain yang dapat membawa Bale pergi dari Madrid dengan kontrak permanen ketika jendela transfer dibuka kembali, Barnett menambahkan: “Mereka harus memiliki banyak uang dan mereka harus menjadi salah satu klub yang Bale minati.”
Musim 2020/21 yang ?bergejolak bagi Bale
Mou secara perlahan mulai meninggalkan Bale dan mengeluarkan sang penyerang dari rencananya di Spurs karena fakta bahwa mantan anak asuhnya di Madrid itu telah kehilangan ketajamannya setelah menghabiskan sebagian besar musim 2019/20 di bangku cadangan Los Blancos.
Pemain asal Wales itu memainkan 28 pertandingan untuk The Liltwhites di semua kompetisi ketika manajer asal Portugal itu memimpin, dan hanya bermain enam kali di Liga Primer, tetapi dia berhasil mencetak sepuluh gol.
Petinggi Spurs Daniel Levy mengambil keputusan untuk memecat The Special One pada 17 April di tengah rentetan hasil buruk yang menimpa klub. Mason dengan cepat direkrut sebagai penggantinya, dan salah satu perintah pertama untuk pria asal Inggris itu adalah mengembalikan Bale ke starting XI.
Pemain internasional Wales itu menjawab kepercayaan yang diberikan Mason kepadanya dengan mencetak gol dalam kemenangan 2-1 atas Southampton, dan ia melanjutkan tren positif tersebut dengan mencetak hat-trick yang menakjubkan saat menundukkan Sheffield United dengan skor 4-0, akhir pekan lalu.
Spurs masih berjuang untuk finis empat besar di klasemen Liga Primer saat ini, dan kehadiran Bale bisa menjadi vital karena mereka bertujuan untuk mengejar jarak lima poin antara The Lilywhites dan Chelsea, yang saat ini menempati posisi terakhir zona Liga Champions.
Jika dia terus memberikan permainan terbaik di empat pertandingan terakhir klub melawan Leeds United, Wolves, Aston Villa dan Leicester City, maka Tottenham masih bisa memutuskan untuk mempertahankannya, terutama dengan Madrid dilaporkan ingin menjual Bale sebelum dia berstatus bebas transfer si 2022.